
Brebes, 17 Juli 2025 — Dalam rangka meningkatkan kesadaran pelajar akan bahaya penyalahgunaan narkoba, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Brebes (Bakesbangpol) menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkoba pada Kamis pagi, 17 Juli 2025. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula SMP Nurul Hayah ini diikuti oleh kurang lebih 270 peserta dan berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB.
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pembacaan teks Pancasila, sambutan-sambutan, penyampaian materi oleh narasumber, sesi tanya jawab, dan ditutup dengan doa.
Dalam sambutannya, Kepala SMP Nurul Hayah menyampaikan bahwa kehadiran narasumber dari BNN Kota Tegal dan Kesbangpol Brebes merupakan suatu kehormatan. Beliau menekankan pentingnya menjauhi narkoba sebagai bagian dari upaya menjaga masa depan generasi muda. “Kalau Indonesia ingin maju, mari kita hindari yang namanya narkoba,” pesan beliau.
Sementara itu, Bapak Abdul Haris, SE mewakili Kepala Badan Kesbangpol menegaskan bahwa Kabupaten Brebes saat ini telah masuk kategori darurat penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Ia mengajak para siswa untuk menyimak materi dengan seksama agar dapat memahami betapa seriusnya ancaman narkoba bagi generasi muda.
Materi pertama disampaikan oleh Deslaz Rannu Handicha, S.H., yang menjelaskan bahwa Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat narkoba. Berdasarkan data tahun 2023, terdapat sekitar 3,33 juta jiwa pengguna narkoba dengan prevalensi 1,73%. Ia menegaskan bahwa narkoba memiliki daya rusak yang lebih serius dari korupsi karena dapat merusak otak dan sulit disembuhkan. “Narkoba telah menyasar semua kalangan, termasuk pelajar, dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” jelasnya.
Selanjutnya, narasumber dari BNN Kota Tegal, Bapak Yayan, menyampaikan materi kepada para siswa di SMP Nurul Hayah. Beliau menjelaskan bahwa narkoba terbagi dalam tiga golongan dengan konsekuensi hukum yang berbeda-beda. Selain hukuman pidana, narkoba juga menyebabkan kerusakan pada otak yang ditandai dengan perubahan perilaku seperti suka berbohong dan bengong. Ia menegaskan bahwa narkoba merupakan senjata untuk menghancurkan generasi muda. “Kalau kalian ingin jadi PNS, TNI, atau Polri, hindari narkoba karena tes pertama adalah tes narkoba,” ujarnya.
Sebagai langkah preventif, beliau mendorong peserta untuk membentengi diri, menyebarkan informasi bahaya narkoba di lingkungan sekitar, serta melaporkan bila ada indikasi penyalahgunaan ke Call Center BNN Kota Tegal.
Kegiatan ini berlangsung dengan lancar, aman, dan penuh antusias dari para peserta. Melalui sosialisasi ini, diharapkan siswa-siswi SMP Nurul Hayah dapat menjadi pelopor dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah dan masyarakat.