Brebes – Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Agama sebagai upaya memperkuat perekonomian dan harmoni serta mencegah berbagai potensi kerawanan yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat. Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi seluruh pemangku kepentingan. FGD ini tidak sekadar “belanja masalah”, tetapi juga mencari solusi konkret demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga keberlanjutan kehidupan sosial, budaya, dan agama di daerah Kabupaten Brebes.
Moch Reza Prisman, S.SiT., M.Sc selaku Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Brebes menjelaskan bahwa “Kesbangpol Kabupaten Brebes sebagai simpul koordinasi, fasilitator, dan detektor dini potensi kerawanan. Kemudian menekankan pentingnya sinergi lintas sektor”. Hal ini tentunya disepakati oleh peserta kegaitan, diantaranya dari Kejaksaan Negeri Brebes, FKUB, FPK, para Penghayat Kepercayaan, Pegiat Budaya, hingga perangkat daerah terkait yang menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan daerah.
Dalam konteks ketahanan ekonomi, FGD mengidentifikasi permasalahan dan hambatan ekonomi baik pada data produksi, pendapatan, inflasi, tenaga kerja, UMKM, dan ketahanan pangan. Identifikasi tersebut guna menginventarisasi masalah agar langkah penyelesaian dapat terpetakan dengan tepat. Mengingat bahwa tidak tepatan sasaran akan mempengaruhi stabilitas ekonomi masyarakat yang dapat menimbulkan kerawanan, seperti halnya kerentanan penghidupan kelompok rentan, dampak kesenjangan ekonomi terhadap potensi konflik, peran UMKM dan kegiatan ekonomi lokal sebagai penopang kohesi sosial, sehingga perlu upaya menginventarisasi data untuk mendeteksi secara dini melalui kondisi ekonomi untuk mencegah munculnya gesekan sosial berbasis kebutuhan ekonomi. Serta Merumuskan rekomendasi strategis lintas OPD untuk mendukung perencanaan pembangunan.
Pada aspek ketahanan sosial, membahas isu-isu strategis seperti kemiskinan, migrasi, urbanisasi, kesenjangan sosial, hingga potensi benturan kepentingan antar kelompok masyarakat. Upaya deteksi dini dilakukan melalui pemetaan kondisi sosial dan membangun mekanisme pencegahan konflik secara terpadu.
Pada aspek ketahanan budaya, peserta menyoroti tantangan pudarnya budaya lokal, hilangnya ruang ekspresi seni tradisi, hingga gesekan antara tradisi dan modernitas yang kian terasa. Melalui forum ini ditegaskan bahwa penguatan budaya serta kearifan lokal harus terus diupayakan melalui pelestarian, edukasi, dan peningkatan apresiasi masyarakat terhadap seni tradisi Brebes.
Sementara itu, dalam ketahanan agama, diskusi difokuskan pada isu-isu intoleransi, radikalisasi, persoalan rumah ibadah, serta pentingnya memperkuat ruang dialog antar umat beragama. FKUB dan para tokoh agama berperan aktif dalam memberikan rekomendasi guna menjaga kerukunan yang selama ini sudah terbangun dengan baik.
Kegiatan FGD ini diharapkan menjadi wahana bersama untuk memperkuat pemahaman, meningkatkan kolaborasi, sekaligus menyusun langkah konkret sesuai prinsip deteksi dini dan cegah dini. Dengan pendekatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Brebes terus berkomitmen memastikan bahwa ketahanan sosial, budaya, dan agama berjalan seimbang sebagai fondasi harmoni masyarakat yang rukun, aman, dan damai.